Wirawiri Suroboyo: Transportasi Pengumpan Penghubung Antarwilayah di Surabaya

Surabaya punya armada bus berkelas Eropa untuk komuter warganya, yaitu Bus Suroboyo dan Trans Semanggi. Namun, keduanya hanya melayani jalan-jalan besar. Untuk melayani jalan-jalan kecil dan antarhalte, pemkot mengoperasikan armada feeder Wirawiri Suroboyo.
Jangan khawatir, tarifnya murah, yakni 5.000 untuk umum dan 2.500 untuk pelajar. Dan karena berada dalam satu manajemen, struk Wirawiri bisa dipergunakan untuk naik Bus Suroboyo tanpa membayar lagi. Begitu pula sebaliknya. Asalkan, masih dalam durasi dua jam. Enak, bukan?
Wirawiri Suroboyo: Mengisi Kekosongan Rute

Layanan ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui satuan UPT Pengelolaan Transportasi Umum.
Beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 WIB sampai 21.00 WIB, Wirawiri Surabaya memasang tarif yang sama dengan Bus Suroboyo yakni Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar dan mahasiswa (dibuktikan dengan kartu pelajar atau memakai seragam). Pembayarannya dilakukan secara non tunai.
Diluncurkan pertama pada 2 Maret 2023, Wirawiri Suroboyo adalah layanan angkutan pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan moda transportasi massal seperti Bus Suroboyo dan Trans Semanggi Suroboyo.
Dengan armada berupa minivan dan medium van berkapasitas 10–14 penumpang, layanan ini dirancang untuk menjangkau area-area yang sulit diakses oleh transportasi umum besar.
Jadi, Ayah-Bunda yang tinggal di perkampungan atau kawasan pemukiman yang agak ke dalam, kini bisa lebih mudah bepergian dengan transportasi umum. Saat ini, Wirawiri Suroboyo memiliki sebelas koridor. Berikut ini rutenya:
- FD01: Benowo Bus Station-Tunjungan
- FD02: Mayjend Sungkono-Embong Wungu & Mayjen Sungkono-Balaikota
- FD03: Joyoboyo Bus Station-Kedung Asem & Joyoboyo Bus Station-Pasar Gunung Anyar
- FD04: Penjaringan Sari-Gunung Anyar & SIER-Surabaya Kota Lama
- FD05: Puspa Raya-HR Muhammad & Mayjen Sungkono-Puspa Raya
- FD06: Joyoboyo Bus Station-Lakarsantri
- FD07: Bratang Bus Station-Pasar Turi Station
- FD08: Oso Wilangun Bus Station-UNESA
- FD09: Menanggal Bus Station-Manukan Bus Station
- FD10: Keputih Bus Station-Bunguran
- FD11: Bratang Bus Station-Bulak Shelter
Setiap koridor dirancang untuk mempermudah akses ke tempat-tempat penting, termasuk sekolah, universitas, pasar, dan pusat perbelanjaan.
Ke depannya, koridor-koridor ini akan terus ditambah, hingga tidak ada lagi kelurahan di Surabaya yang tidak dilewati oleh Wirawiri Suroboyo.
Kelebihan Wirawiri Suroboyo
Feeder ini cukup digandrungi masyarakat Surabaya. Beberapa alasannya adalah pertama, letak pemberhentian yang lebih banyak dibandingkan Bus Suroboyo. Titik-titik pemberhentian lebih fleksibel sehingga memudahkan masyarakat untuk naik feeder.
Kedua, waktu tunggu (headway) Wirawiri Suroboyo lebih baik dibandingkan Suroboyo Bus atau Trans Semanggi. Kedisiplinan waktu menjadi dapat menjadi modal yang kuat untuk menarik masyarakat Surabaya menggunakan feeder.
Ketiga, pelayanan yang maksimal dari kondektur terhadap penumpang menjadi daya tarik tersendiri. Apa lagi dengan ruang yang tidak begitu luas membuat interaksi antara penumpang dengan kondektur menjadi lebih dekat. Kami bisa leluasa bertanya-tanya kepada kondektur mengenai rute moda ini.
Keempat, masyarakat Surabaya yang sudah lama akrab dengan angkot/bemo/lyn seakan lebih dekat dan mudah untuk naik Wirawiri Suroboyo, karena bentuknya hampir sama. Namun, bagi mereka yang terbiasa naik bus, berada di dalam feeder bisa jadi terasa pengap.
Kendaraan pengumpan ini fungsinya memang seperti angkot atau mikrolet yang sudah banyak beroperasi di Surabaya sejak puluhan tahun, tetapi dengan fasilitas AC dan CCTV. Juga, dengan pengemudi yang lebih profesional. Sehingga, tidak ada cerita sopirnya merokok, mengetem, atau berbagai stigma negatif angkot lainnya.
Padahal, sopir-sopir tersebut sejatinya bekas pengemudi angkot-angkot yang sudah mengaspal sejak lama di jalanan Surabaya. Ya, mereka diberdayakan di Wirawiri Suroboyo.
Dengan begitu, Wirawiri Suroboyo tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna, tetapi juga mendukung kesejahteraan para pramudi dan pramujasa transportasi lokal.
Sayangnya, sewaktu kami naik Wirawiri ini, pengemudinya tetap mengebut. Mobil kecil, melewati jalan-jalan kecil yang berbelok-belok, dengan kecepatan tinggi, membuat Ara dan Yayah mabuk darat. Mereka pun jadi berpikir dua kali jika harus menaiki Wirawiri Suroboyo lagi, hahaha.
Sementara, Bunda dan Kira tampak asyik-asyik saja. Mungkin ini tergantung orangnya, kali, ya....
Jika Ayah-Bunda dan si kecil tidak gampang mabuk darat, Wirawiri Suroboyo bisa jadi sangat bermanfaat. Praktis, nyaman, dan ekonomis. Patut dicoba! Dengan memilih transportasi umum seperti ini, Ayah-Bunda juga turut mendukung upaya mengurangi polusi dan kemacetan di Kota Pahlawan tercinta.